Rabu, 12 Maret 2014

Lima miliarder Indonesia yang hartanya drastis melonjak ^^joni sepriyan


Monday, March 25, 2013

Lima miliarder Indonesia yang hartanya melonjak drastis

Selain mencatat beberapa nama baru yang masuk ke dalam daftar tahunan 40 orang terkaya Indonesia, daftar buatan Majalah Forbes pekan lalu sekaligus merekam perubahan kekayaan drastis para pengusaha itu dibandingkan 2011.
Pertambahan harta orang-orang superkaya Tanah Air itu bukan cuma di kisaran ratusan juta dollar. Terlihat dalam daftar tersebut, beberapa pengusaha berhasil meraup tambahan kekayaan fantastis, mencapai lebih dari USD 1 miliar (setara Rp 9,5 triliun) hanya dalam waktu setahun.
Peningkatan kekayaan itu dicapai melalui strategi bisnis yang lihai dari para pengusaha ini. Namun, ada kesamaan dari para miliarder yang kekayaannya bertambah dalam waktu singkat. Mereka rata-rata pelaku usaha yang tidak merambah sektor pertambangan.
Tahun ini seakan isyarat lampu kuning bagi pengusaha sektor mineral seperti batu bara, karena banyak dari mereka melorot posisinya di daftar Forbes dibanding tahun lalu. Sebaliknya, pengusaha yang bergerak di sektor kimia, transportasi, atau media massa sukses meroketkan jumlah kekayaannya.
Berikut daftar lima miliarder Indonesia yang hartanya melonjak drastis dibanding tahun lalu, seperti dilansir Forbes:

1. Anthoni Salim

 

Putra mendiang jutawan legendaris Liem Sioe Liong (lantas ganti nama menjadi Sudono Salim) ini berhasil menaikkan harta keluarganya gila-gilaan. Tahun lalu, kekayaan bersih Anthoni Salim 'cuma' USD 3,6 miliar. Alhasil posisinya dalam daftar Forbes pada 2011 berada di peringkat lima.
Tahun ini, harta Anthoni dan keluarga Salim bertambah USD 1,6 miliar, dan dia naik satu peringkat menjadi orang terkaya keempat di Indonesia. Forbes menilai tambahan kekayaannya meningkat pesat lantaran investasi luar negeri yang efektif, semisal pembangunan pabrik pengolahan mi instan merek Indomie di Yordania.Â
Kesuksesan Grup Indo, mencakup Indomobil sampai jaringan ritel Indomaret, yang juga dikomandoi Anthoni turut berperan menambah pundi-pundi uangnya, sehingga bisa meningkat drastis menjelang akhir 2012.

2. Sri Prakash Lohia

Pengusaha yang dahulu imigran asal India ini bukan nama baru dalam daftar 40 orang terkaya Tanah Air bikinan Forbes. Namun, dari segi pertambahan kekayaan, Sri Prakash termasuk yang paling moncer.Â
Tahun lalu, adik ipar taipan India Laksmi Mittal ini berada di urutan ke-13 orang terkaya Indonesia. Pada 2012, lelaki 60 tahun ini berhasil naik tujuh peringkat. Hartanya bertambah USD 1,3 miliar dalam waktu kurang dari setahun.Â
Pemilik grup Indorama Ventures yang banyak membuat kain berbahan polyester ini sukses mengakuisisi Old World Industries Inc, pabrik kimia terkemuka asal Inggris, di awal 2012. Miliarder yang sehari-hari menetap di Inggris itu juga meraup untung besar dari produksi Indorama Eleme Petrochemichals, anak perusahaannya yang berada di Nigeria.Â

3. Chairul Tanjung

"Si anak singkong", demikian Chairul menjuluki dirinya sendiri saat meluncurkan otobiografi ketika berulang tahun ke-50 beberapa bulan lalu. Tidak hanya menghebohkan  masyarakat lewat bukunya, bos stasiun televisi Trans TV dan Trans 7 itu kembali bikin geger karena berani membeli 100 persen saham jaringan ritel raksasa PT Carrefour Indonesia, pertengahan November kemarin.
Harta pria kelahiran 16 Juni 1962 ini memang terus menanjak. Tahun 2008, harta kekayaannya masih sebesar Rp 5,6 triliun. Dengan total harta tersebut, CT - panggilan akrabnya yang lain - berada di peringkat 13 orang terkaya Indonesia. Setahun kemudian, hartanya menjadi Rp 8,9 triliun. Lantas pada 2010, harta miliarder ini naik menjadi Rp 9 triliun.Â
Dia tercatat berani meminjam uang dalam jumlah tak main-main, termasuk berutang ke 10 bank internasional sebesar USD 750 juta buat membeli Carrefour. CT juga tak segan bergerak di banyak bidang, tak cuma televisi, namun juga properti dan finansial.
Tahun ini harta CT menembus USD 3,4 miliar atau setara Rp 32,6 triliun. Dengan total kekayaannya itu, Chairul Tanjung dinobatkan sebagai orang terkaya nomor lima di Indonesia versi Forbes.

4. Soegiarto Adikoesoemo

Soegiarto Adikoesoemo adalah pemilik AKR Corporindo, yang mayoritas usahanya di sektor kimia. Hartanya sempat melonjak tahun lalu imbas keterlibatannya di sektor batu bara beberapa tahun terakhir.
Ketika harga batu bara mulai menunjukkan penurunan awal 2012, Pak Gik, demikian dia biasa disapa keluarga dan koleganya, langsung banting setir. Pria asal Malang berusia 72 ini memilih fokus menggenjot produksi petrokimia dan distribusi minyak yang dikelola banyak anak perusahaan AKR.
Langkah bisnis cerdasnya yang lain adalah menjual Sorini, produsen sorbitol dan petromikia ke Cargill senilai USD 247 juta pada 2010. Soegiarto juga memiliki perusahaan properti, AKRLand Development yang mengoperasikan hotel di Bali dan Manado.
Beberapa keputusan bisnis tersebut secara jitu mengatrol kekayaannya. Harta penggemar berat seni lukis ini bertambah, dari yang tahun lalu USD 770 juta, tahun ini menjadi USD 1,15 miliar.Â

5. Kusnan dan Rusdi Kirana

Duo saudara Kusnan dan Rusdi Kirana sempat terbuang setahun dalam daftar 40 orang terkaya Tanah Air. Bos maskapai murah Lion Air itu tahun ini kembali merangsek dan sukses menapaki posisi ke-33 dalam daftar Forbes dengan kekayaan USD 900 juta.Â
Harta mereka bertambah USD 320 juta dibanding dua tahun lalu, terutama karena kinerja yang bagus dari Lion Air. Maskapai ini berhasil menjadi pemimpin pasar penerbangan Tanah Air, jauh meninggalkan maskapai pelat merah Garuda Indonesia, dengan menguasai 51 persen pangsa pasar.
Duo pengusaha ini sekarang sedang bersaing ketat dengan raksasa penerbangan murah lain di Asia, yaitu AirAsia milik Tony Fernandes asal Malaysia. Buat menghadapi persaingan tersebut, Kusnan dan Rusdi tidak tanggung-tanggung membeli 230 unit pesawat produksi Boeing. Bahkan, penandatanganan pembelian disaksikan langsung oleh Presiden Amerika Barack Obama.
Selain mengelola maskapai, mereka juga menyewakan beberapa jet pribadi. Keduanya tahun depan berencana meresmikan maskapai penerbangan premium anyar Batik Air yang targetnya menyasar orang kaya dan turis asing berkocek tebal.

4 comments:

Edie Ramlie said...
menarik untuk di simak..
membuat semangat untuk mencari uang :)
curvasud sansiro said...
wah kapan ya aku bisa kaya kayak mereka????salam kenal sob.blog ini dah kufollow gantian follow balik blog ku ya di www.wongcungkup.blogspot.com
Agus Setya said...
yang paling familiar bagi saya adalah cairul tanjung, ternyata banyak juga inspirator orang sukses di tannah air , salam
cahyo jm said...
wah coba klo miliarder kita kebannyakan memilih menghibahkan hartanya mungkin akan lebih bermanfaat ya sob

Tukang utang jadi Milyarder ^^joni sepriyan

Kisah Sukses - Sekolah, bekerja sebentar di luar negeri untuk mencari pengalaman, lalu pulang ke negaranya. Barangkali ini patron Sameer Gehlaut yang patut ditiru. Lelaki berusia 37 tahun ini sekarang jadi panutan baru di India. Bukan saja karena memiliki tampang bagai bintang Bollywood, tetapi juga sukses dan kaya. Bahkan tahun ini ia kembali dinobatkan sebagai anak muda terkaya di India yang diperoleh dari hasil jerih payah sendiri. Kekayaannya mencapai sekitar Rp 11,2 triliun.
Sameer adalah alumnus Indian Institute of Technology, New Delhi, jurusan teknis mesin. Ia lulus tahun 1995. Segera setelah lulus, ia diterima di Halliburton, sebuah perusahaan minyak AS dan ia pun terbang ke negeri Paman Sam. Seperti juga kisah-kisah profesional yang bekerja di perusahaan minyak, Sameer pun mendapat gaji dan fasilitas yang istimewa. Namun semua itu tak sepenuhnya menyenangkannya. Ia masih memiliki idealisme untuk ikut mengembangkan ekonomi negaranya, India.
Suatu kali di tahun 1999, ia mendengar ada sebuah perusahaan pialang kecil, Inorbit Sekuritas, yang akan tutup yang sudah memiliki lisensi di National Stock Exchange (NSE) India. Timbul idenya untuk membangun usaha sendiri dari tabungannya. Maka ia pun pulang ke tanah leluhurnya. Sebagai orang baru di Bisnis keuangan, ternyata ia punya ide cemerlang yang "out of the box." Pada saat itu e-commerce baru populer di India sedangkan ia cukup ahli di bidang itu karena pengalamannya bekerja di perusahaan AS.
Setelah berkutat mempersiapkan website dan software-nya bersama dua rekan sealmamaternya, pada Desember 1999 berdirilah "Indiabulls Financial Services", broker pasar modal pertama di India yang menjalankan transaksi lewat internet. Meski namanya mentereng, kantor usahanya berada di sebuah ruko kecil di dekat Terminal Bus Hauz Khas, New Delhi. Perangkat operasionalnya pun hanya dua buah komputer. Namun orang tak akan melihat kantornya kala mengunjungi website-nya di internet kan? Karena itu Sameer tetap percaya diri.

{ 2 komentar... read them below or add one }

Kisah Sukses mengatakan...
Wow banyak pengusaha sukses dengan cara yang berbeda
ayue tantick mengatakan...
artikelnya sangat bagus dan inspiratif.
ijin nyimak dan nitip link ya gan.....

Alamsyah Tour & Travel akan segera membuka Home Stay untuk fasilitas klien dari luar kota......
terletak di kawasan yang nyaman dan tenang, kami memberikan solusi penginapan serasa dirumah pribadi anda dengan berbagai fasilitas kelas atas dan satu-satunya home stay paling nyaman di pusat kota Banyuwangi.

http://rentalmobilalamsyah.blogspot.com/

Poskan Komentar

Andika Lubis, Miliarder Mantan Loper Koran ^^joni sepriyan

KISAH SUKSES : Andika Lubis, Miliarder Mantan Loper Koran

‏28 مارس، 2012‏، الساعة ‏07:47 مساءً‏
Meraih kesuksesan bisnis bisa lewat banyak cara. Salah satunya aksi nekat seperti yang dilakukan Andika Lubis. Tanpa bekal, ia pergi ke Amerika Serikat. Kini perusahaan yang dia bangun sukses besar mencatat omzet hingga Rp 400 juta per bulan.

Banyak pengusaha yang sukses meski tanpa modal besar. Salah satunya adalah Andika Rama Lubis. Pria lulusan Arsitektur Institut Teknologi Nasional Bandung ini lebih banyak memulai bisnisnya dengan modal nekat. Toh, kenekatan itu menggiringnya menjadi pengusaha muda beromzet Rp 5 miliar per tahun.

Saat ini, lewat bendera Eprodeco, Andika berhasil menjadi dekorator terpercaya sejumlah pengelola mal besar di Jakarta. Kliennya mulai dari Plaza Indonesia, sampai perusahaan besar macam Panasonic dan XL Axiata. Satu proyek dekorasi bisa bernilai hingga Rp 300 juta.

Tak hanya dekorasi, lewat induk usaha PT Andrafa Abiatama, Andika juga menyediakan one stop shopping desain kreatif,printingmerchandise, dekorasi, dan event organizer. Sejak pertama kali didirikan pada tahun 2008, klien Andrafa sudah mencapai ratusan perusahaan. Kebanyakan mereka memanfaatkan jasa Andrafa pada acara launching produk.
Dari kecil, Andika yang lahir di Kinabalu, pada 18 September 1974, memang pekerja keras. Ayah ibunya selalu menekankan untuk berusaha mendapatkan apa yang diinginkannya. “Kalau mau mainan, saya harus beli sendiri dari hasil tabungan, ditambah uang ayah sedikit,” kenang Dika, begitu ia disapa.

Demikian pula saat kuliah. Lantaran usaha ayahnya di bidang desain interior bangkrut terimbas krisis moneter pada tahun 1998, Dika harus pontang-panting mencari biaya tambah-an kuliah dengan bekerja serabutan. Beruntung, kala itu Citibank menawarkan program kartu kredit untuk mahasiswa. Ia menjadi agen penjualnya. Keuntungannya lumayan. “Bisa buat nambah-nambah uang kuliah,” ujarnya.

Prinsip kerja keras itu menempa Dika menjadi tidak mudah menyerah dan berani mengejar mimpi. Selulus kuliah, ia sempat bekerja di satu perusahaan. Tapi, tak seberapa lama, ia memutuskan mundur lantaran ingin ingin menimba ilmu dan mendapatkan pengalaman kerja di Amerika Serikat (AS).

Dengan bermodal pinjaman dari sang nenek sebesar Rp 10 juta untuk membeli tiket, Andika nekat pergi ke AS. Padahal, saat itu situasi tengah genting setelah terjadi tragedi WTC 11/9. Beruntung, ia lolos di pembuatan visa turis sampai administrasi di bandara. Karena hanya berbekal uang US$ 100 dari pamannya, ia terpaksa tidak makan saat pesawat transit di Singapura dan Jepang.

Sesampai di AS, Dika menyambangi tantenya untuk menumpang hidup. Lantaran hanya menumpang, ia tak berani meminta uang lebih. Ia memutuskan mencari pekerjaan. Peluang termudah adalah menjadi loper koran. Kebetulan, ada seorang loper koran dekat tempat tinggal tantenya mempercayakan pekerjaannya ke Dika. Saban dini hari, Dika mengantarkan koran dengan meminjam mobil sang tante. Upah mengantar koran lumayan. Dalam dua minggu, ia mendapatkan bayaran US$ 1.500. Tak sampai dua bulan, ia bisa bayar utang ke neneknya.

Hidup Dika juga banyak ditopang oleh belas kasih orang lain. Selama belum memiliki visa kerja, ia ditolong seorang warga China-Amerika. “Saya menggunakan ID dia selama bekerja,” ujarnya. Sembari kuliah, Dika menambah jam kerjanya dengan menjadi penjaga toko, mulai dari jam 16.00 sampai jam 22.00. Ia tidur selama dua jam, lantas mulai jam 24.00 hingga jam 06.00 mulai mengantar koran. Ia melanjutkan waktunya untuk kuliah mulai jam 7.00 pagi sampai jam 13.00 siang. “Saya melakukan rutinitas itu selama empat tahun,” ujar Dika.

Di tahun 2003, ada kabar duka datang dari Indonesia. Ayahnya meninggal dunia karena sakit. Ibunya memanggil pulang Dika. Ia harus menggantikan sang ayah sebagai tulang punggung keluarga. Dengan berat hati, Dika meninggalkan bangku kuliah dan memulai usaha dari nol di Indonesia.

Usaha pertamanya adalah membangun creative design dan event organizer bersama seorang teman. Usaha itu sempat sukses dan berhasil membukukan omzet hingga Rp 2 miliar per tahun. Sayang, lantaran ada konflik internal, Dika memutuskan keluar.

Bermodal uang tabungan, bersama sang istri Rany Fauziah Pospos, yang dinikahinya pada tahun 2005, Dika membangun usaha tandingan. Lewat bendera Andrafa Abiatama, ia mulai mendapatkan aneka proyek. “Pertama, saya dipercaya Panasonic menyediakan aneka merchandise dan produk printing,” kata Dika. Dika juga menggarap dekorasimall dan interior apartemen. Sejumlah apartemen di Jakarta pernah mendapat sentuhan desain Andika. Kini, ia tengah bernegosiasi membangun dekorasi panggung acara sirkus. “Nilainya mencapai Rp 700 juta karena panggungnya harus kuat dinaiki gajah,” jelas Dika.




Sumber artikel: suaramedia.com dan redaksi
Sumber gambar: images.kontan.co.id

Miliarder AS, Warren Buffet


Miliarder AS, Warren Buffet buat akun Twitter

Terbaru  3 Mei 2013 - 09:08 WIB

warren buffet
Warren Buffet sebelumnya dikenal anti teknologi baru.
Ratusan ribu orang langsung menjadi pengikut Warren Buffet saat investor legendaris AS ini membuat akun Twitter.
''Orang kaya asal Omaha'' ini diperkirakan akan menjadi salah satu pengguna Twitter yang paling banyak diikuti.
Para pengguna Twitter langsung menjadi pengikut atau follower saat dia untuk pertama kalinya dia menulis ''Warren is in the house'' di situs mikroblog tersebut.
Dalam waktu 10 menit akunnya langsung diikuti lebih dari 10.000 dan hingga pagi ini waktu Indonesia sudah ada 212.744 pengikut.
Buffet, ketua dan kepala eksekutif Berkshire Hathaway, sebelumnya dikenal sebagai orang yang menghindari teknologi baru.
Dan meski langsung dibanjiri pengikut, Buffet belum menjadi pengikut satu akunpun meski sudah sembilan jam terdaftar di Twitter.

Rapat pemegang saham

Berkshire Hathaway memiliki sekitar 80 perusahaan termasuk jaringan kereta, pakaian, furnitur dan perusahaan perhiasan.
Dengan bisnis utilitas asuransi yang mencapai lebih dari setengah dari laba bersih perusahaannya.
Dia juga memiliki investasi besar di sejumlah perusahaan raksasa seperti Coca-Cola, kelompok perbankan Wells Fargo, dan produsen komputer IBM.
Debut Buffet di Twitter dilakukannya saat dia tengah menjadi tamu dalam acara langsung di internet yang diselenggarakan oleh majalah Fortune.
Akhir pekan ini, Buffet akan memimpin rapat tahunan pemegang saham Berkshire Hathaway di Omaha.
Rapat ini diperkirakan akan menarik lebih dari dari 35.000 pemegang saham. Biasanya, mereka yang hadir akan menulis apapun yang dia ucapkan melalui Twitter.

5 Miliarder Dunia yang Irit Keluarkan Duit^^joni sepriyan

5 Miliarder Dunia yang Irit Keluarkan Duit

Kamis, 25 Juli 2013 16:53 WITA
5 Miliarder Dunia yang Irit Keluarkan Duit
REUTERS
Orang terkaya ke-3 sejagat, Warren Buffett. 
TRIBUNMANADO.CO.ID - Saat kerja keras dan nasib mengantarkan seseorang menjadi jutawan, biasanya gaya hidupnya turut berubah. Pakaian yang dikenakan perlente, sementara fasilitas, mulai dari kendaraan sampai rumah, menjadi lebih mewah dan bergengsi dari kebanyakan orang.
Sudah tak terhitung media memberitakan kisah unik soal kebiasaan nyeleneh orang superkaya dunia. Mulai dari belanja gila-gilaan, membeli kapal pesiar mewah hanya untuk pamer, sampai membangun rumah pribadi puluhan lantai. Terkesan, mereka kehabisan ide buat membelanjakan uangnya.
Rupanya, tidak semua orang kaya berperilaku konsumtif atau hedonistis. Dengan alasan bermacam-macam, tetap ada pengusaha besar lebih suka menjalani hidup sederhana, walau kekayaan mereka sudah taraf lintas negara.
Saking sederhananya, sampai-sampai mereka cukup keterlaluan iritnya dalam membelanjakan duit. Misalnya, ada miliarder yang berkukuh naik bus umum buat bepergian sehari-hari. Ada juga yang rumahnya sudah setengah abad tidak direnovasi.
Situs bussinesinsider.com (16/1/2013) berhasil mengumpulkan beberapa profil pengusaha besar yang hidupnya sangat sederhana, bahkan cenderung pelit. Berbanding terbalik dengan kekayaan mereka yang bejibun. Siapa saja mereka?
1. Warren Buffet
Pemilik jaringan toko ritel Wal-Mart ini kekayaan bersihnya ditaksir mencapai USD 46 miliar (setara Rp 464,6 triliun). Alhasil namanya nangkring sebagai orang terkaya ke-3 sejagat versi Majalah Forbes tahun ini.
Pria yang belum lama membeli perusahaan Heinz itu ternyata bukan miliarder boros. Dia tak pernah pindah rumah atau membangun rumah baru. Kediaman Buffet tetap sebuah rumah dua lantai di Kota Omaha, Nebraska, Amerika Serikat. Rumah itu sudah dia tempati sejak 1963. Dulu, dia membelinya saat masih merintis usaha, seharga USD 31.500 (Rp 318 juta).
Pria 82 tahun ini juga tak punya hobi membeli barang mewah. Bahkan, kapal yacht saja dia tak punya. Padahal membeli kapal berharga puluhan juta dolar itu seakan jadi tradisi buat seorang miliarder.
Sikap Buffet yang irit, menurut banyak pihak, bukan dibuat-buat untuk pencitraan. Dia terhitung tak neko-neko sejak muda. Di usia sepuh, dia juga banyak menyumbangkan miliaran dolar hartanya untuk amal, bahkan meminta pemerintah Amerika meningkatkan tagihan pajaknya.
2. Azim Premji
Pria asal India ini adalah pengusaha raksasa bidang teknologi. Perusahaannya, Wipro, ditaksir memiliki total aset sebesar USD 12 miliar, atau setara Rp 121,2 triliun.
Namun, untuk ukuran miliarder, Premji terlalu irit, cenderung pelit. Sikapnya yang selalu berhitung sudah melegenda bagi karyawan maupun kolega. Misalnya, Premji meminta anak buahnya menghitung pengeluaran per bulan buat membeli tisu. Dia juga tegas menerapkan aturan agar karyawan mematikan lampu saat meninggalkan kantor.
Dia tak segan naik becak dari bandara sepulang dari perjalanan bisnis untuk menghemat pengeluaran. Premji yang tinggal di Kota Bangalore, India, juga kerap ketahuan masih saja mengendarai mobil Ford keluaran 1996 ke kantor tanpa disopiri.
3. Ingvar Kamprad
Dia adalah raja furnitur asal Swedia. Perusahaannya, Ikea, baru saja berinvestasi di Indonesia. Kekayaan bersih Ingvar tercatat USD 3 miliar (Rp 30,3 triliun). Seperti dua nama sebelumnya, dia punya gaya hidup irit.
Ingvar bepergian selalu menggunakan kendaraan umum, terutama bus. Kalaupun naik pesawat atau kereta api, dia memilih tiket kelas ekonomi. Banyak masyarakat Swedia melihat dia dan istrinya makan di restoran murah.
Namun, bagi sebagian pihak seperti dilaporkan harian Swedia 'Ekonomi', gaya hidup sederhana Ingvar tak tulus. Sebab, dia kerap ketahuan berusaha menghindari pajak. Buktinya, Ingvar membangun rumah di Swiss, bukan di tanah airnya. Swedia menerapkan sistem negara kesejahteraan dan menerapkan pajak tinggi bagi konglomerat.
4. Carlos Slim
Sejak 2010 dinobatkan sebagai orang terkaya dunia versi Forbes, tapi akhirnya tahun ini, lengser setelah Bill Gates merebut kembali tahtanya. Carlos adalah pengusaha yang dekat dengan penguasa Meksiko. Jaringan usaha telekomunikasinya, diberi nama Telmex, sudah seperti negara dalam negara. Total kekayaan bersihnya sebesar USD 69 miliar atau Rp 696,6 triliun. Separuh lebih APBN Indonesia.
Dengan kekayaan sebesar itu, dia cenderung irit. Bussiness Insider memastikan Carlos tak mempunyai jet pribadi dan yacht. Dia pun tak mempekerjakan sopir dan membawa sendiri mobilnya buat bepergian. Rumahnya juga biasa saja, dengan enam kamar tidur. Sikap yang cukup aneh untuk seorang miliarder kelas kakap. Bahkan, Bill Gates, rivalnya yang kerap beramal, punya gaya hidup lebih boros.
5. Amancio Ortega
Pemilik ritel pakaian Zara ini sukses besar mengembangkan bisnisnya. Tahun lalu, kekayaan bersihnya mencapai USD 22 miliar (Rp 222 triliun).
Gaya hidupnya sederhana. Dia dan istrinya gemar ngopi di kafe langganan pinggir jalan, sejak puluhan tahun lalu. Mobilnya hanya Audi A8, tak mewah, dan tak terlalu murah, alias biasa saja. Pakaiannya juga sering hanya kemeja putih dengan jas hitam. Padahal dia adalah pemilik toko busana kelas dunia. Rumahnya juga hanya apartemen di Kota La Corua, Spanyol. Konon, dia irit membelanjakan duit lantaran pernah merasakan berjuang dari bawah. (mdk)
Editor: Robertus_Rimawan

penjahit China jadi Miliarder

Kisah Sukses Zhou Chengjian, penjahit China jadi Miliarder

Popular
Dari Penjahit Menjadi Miliarder
Lebih dari 2.600 butik pakaian telah didirikan Zhou Chengjian di seluruh penjuru China. Kini, bisnisnya bahkan telah memasuki Taiwan dan Hong Kong. Hebatnya, Chengjian memulai usahanya dari nol sebagai seorang penjahit biasa.
Lebih dari 2.200 merek pakaian dan 3.000 desain baru setiap tahunnya dijual di tokonya. Ekspansi yang terus digencarkan Chengjian pun semakin menambah pundi-pundi kekayaannya. Forbes mencatat, nilai kekayaan Chengjian mencapai USD2,6 miliar pada tahun ini dan menduduki peringkat 246 orang terkaya di dunia.
Tak aneh jika mantan penjahit ini didaulat sebagai miliarder pendatang baru yang sukses dengan bisnis pakaiannya, Metersbonwe. Chengjian selalu mengatakan bahwa lakukan bisnis besar dan galilah otak untuk meraih keuntungan. Dia mengutarakan bahwa pemerintah telah menawarkan berbagai sumber daya dan memberikan kesempatan bagi pengusaha untuk mengeksplorasinya.
“Terpenting, memulai bisnis bukan urusan sepele, tetapi kita harus mencari pasar yang lebih sulit dibandingkan menemui wali kota,” paparnya.
Pada 1982, ketika Chengjian berusia 17 tahun, ia mendirikan butik pakaian di kota kelahirannya, Zhejiang. Namun, tanpa dukungan modal yang kuat, akhirnya toko tersebut gulung tikar.
Sedikit putus asa, pada 1986, dia pun bekerja pada sebuah perusahaan menjadi seorang penjahit. Namun, kerja keras adalah prinsip yang selalu dipegangnya. Sebagai penjahit, dia bekerja selama 16 jam per hari, bahkan kadang-kadang lebih. Walaupun sebagai karyawan, dia tetap mengutamakan inovasi dan kreativitas dalam bekerja. Ketika itu, dia lebih rajin menjahit pakaian jas resmi.
Dia pun berani mengubah jas yang identik dengan panjang dan lebar menjadi lebih ketat. Atas inovasi itu, Chengjian pun meraih kesuksesan dan mendapatkan pujian dari sang bos. Terinspirasi dari prestasinya sendiri, Chengjian pun berpikir untuk memulai bisnis baru. Dia ingin melepaskan diri dari bos lamanya.
Dia menjahit pakaiannya sendiri dan menjualnya ke pasar-pasar. Bahkan, dia pun menjual pakaian tersebut ke hotel-hotel tempat menginap wisatawan. Dengan kerja keras tersebut, hingga pada akhir 1993, mimpi Chengjian untuk memiliki bisnis dengan modal yang kuat terealisasi.
Pada 1994, Chengjian menginvestasikan 4 juta yuan untuk mendirikan Metersbonwe, sebuah perusahaan garmen. Ketika itu dia menerapkan strategi pasar dengan tidak menjual jas resmi. Namun, dia memilih menjual pakaian olahraga karena belum memiliki banyak pesaing.
Chengjian pun lebih fokus pada produk pakaian kasual dibandingkan formal. Dia mengatakan, harga pakaian tersebut memang cenderung lebih murah. Namun, secara kuantitas jumlah penjualannya terus mengalami peningkatan sehingga keuntunganpun semakin banyak. Kenapa berbisnis pakaian? Chengjian menganggap bahwa pakaian selalu dibutuhkan orang dan hampir tak ada rumah yang tidak memiliki pakaian.
Semua rumah pasti dihuni orang yang menggunakan pakaian. Jumlah produk pakaian juga bisa dihitung dengan jumlah penduduk suatu negara dan dikalikan dengan dua atau tiga.
“Populasi manusia pastinya makin bertambah, maka jumlah pakaiannya juga akan bertambah,” paparnya. “Berikan saya 10.000 kesempatan untuk berbisnis, saya tetap akan memilih bisnis pakaian,” cetusnya.
Prestasi yang telah diraih Chengjian pun diapresiasi oleh Pemerintah China. Pada 2003, dia meraih penghargaan Tokoh Ekonomi China. Maklum, dia merupakan pengusaha China pertama yang menerapkan prinsip virtual operation dan model jaringan butik dalam industri pakaian.
Pada 2001, Chengjian menerapkan manajemen kualitas untuk mengenalkan kualitas produk pakaian, desain, pengembangan pasar, dan informasi pelayanan penjualan. Tak bisa disangkal, Metersbonwe pun menjadi salah satu peritel pakaian kasual terbesar di China.
Hingga pada 2004, Metersbonwe pun diakui sebagai merek paling favorit bagi generasi muda di China. Pada 2005, Metersbonwe kembali meraih penghargaan merek terbaik. Chengjian berhasil memoles Metersbonwe menjadi sebuah merek yang benar-benar menjadi kiblat konsumsi pakaian oleh rakyat China. Bagi dia, loyalitas pelanggan dan memelihara reputasi merupakan kunci sukses dalam bisnis pakaian.
“Selanjutnya, tinggal melakukan pengembangan komunitas pelanggan dan komunitas bisnis,” paparnya.
Tidak ketinggalan, Chengjian pun selalu merekrut sumber daya manusia kelas satu untuk mendesain pakaian dan bekerja sama dalam tim.
Bahkan, Chengjian selalu memotivasi anak buahnya untuk bekerja sama dengan para perancang di Prancis, Italia, dan Hong Kong. Tak mengherankan jika setiap tahun Metersbonwe mampu menghasilkan lebih dari 3.000 desain pakaian baru. Setiap tahunnya, Chengjian memproduksi lebih dari 30 juta pakaian yang disebar ke seluruh China.
Menghadapi pasar global, dia pun mengaku siap untuk melakukan ekspansi ke berbagai negara. Tentunya, dia siap bersaing dengan merek-merek pakaian ternama yang telah mendunia lainnya. Hanya dalam beberapa tahun setelah dirikan, aset Metersbonwe dari 1 juta yuan meningkat menjadi puluhan juta yuan.
Nama Chengjian pun selalu disebut sebagai fenomena baru dalam industri pakaian di China. “Produksi akan menentukan sebuah mereka dan meminjam jaring ikan untuk meraih pasar. Itulah strategi bisnis yang dikembangkannya,” paparnya seperti dikutip dari wayenet.
Dalam bisnis, Chengjian selalu menganggap bahwa bisnis selalu penuh dengan risiko. Namun, tegas dia, jika seorang pengusaha mampu mengelola risiko menjadi sebuah peluang, keuntungan besar akan selalu diraih. Dia selalu mengutip analogi bahwa seorang pengusaha harus seperti kura-kura yang selalu berjalan lurus dan jangan meniru kelinci yang sering salah mengambil jalan. Setiap pagi hari, Chengjian selalu berolahraga dengan lari pagi.
Dia menganggap bahwa lari pagi merupakan aktivitas yang paling menyenangkan selain bekerja. Dia menganggap bahwa dia selalu menemukan hal baru ketika dia berlari dan bertemu dengan banyak orang.
“Tapi ingat, jangan selalu mengambil rute yang sama,” paparnya.
Bisa jadi Chengjian pun disebut banyak media di China sebagai orang yang luar biasa dan tidak umum dibandingkan orang di usianya. Kenapa? Tak bisa dimungkiri bahwa dia adalah orang yang sangat hiperaktif. Kini, selain bisnis pakaian, Chengjian pun membuka bisnis penginapan. Dia berniat membangun 1.000 penginapan di seluruh China.
Sisi lain Chengjian adalah dia tidak malu mengakui asal usulnya sebagai anak seorang petani. Chengjian mengakui melalui masa kecilnya dengan bahagia di perdesaan. Semasa belajar di sekolah dasar, dia sering menjadi korban kekerasan dan perkelahian.
Namun, dia mengaku selalu membalas ketika ada temannya yang memukul dan selalu melawan jika ada orang yang menantangnya. “Walaupun demikian, identitas saya adalah orang desa. Biarlah orang yang menilai. Saya sering disebut anak kerdil. Dengan perjuangan hidup yang keras, saya memiliki jati diri,” papar Chengjian.
Dia mengaku, sedari kecil telah beranggapan bahwa tidak akan maju ketika tinggal di desa. Karena itu, dia memilih merantau ke kota. “Ketika itu, saya ingin membuktikan kepada orang lain bahwa saya mampu memberikan kebanggaan pada mereka,” ungkapnya kepada chinaretail.org.
Selanjutnya, Chengjian juga menganggap bahwa pekerjaan yang dilakukannya selalu menyenangkan. Dia berpikir bahwa dirinya tidak akan menemui kesulitan jika melakukan pekerjaan dengan rasa senang. “Walaupun hasil pekerjaan tidak menyenangkan, kita harus bersikap tenang dan senang,” paparnya.
dari okezone.com
 

Add comment

10 Miliarder Terkaya dalam Dunia Fashion^^joni sepriyan

10 Miliarder Terkaya dalam Dunia Fashion


Nurmayanti



Fashion, kini mungkin menjadi salah satu industri yang menawarkan sumber pundi-pundi kekayaan cukup menjanjikan. Buktinya, tak sedikit pengusaha berhasil menjadi miliarder dengan keuletan mereka menekuni dunia tata busana ini.

Tak cuma di bidangnya, status miliarder bahkan disandang berdampingan dengan pengusaha yang bergerak di bidang lain. Tak heran pula, tiap tahun jumlah pengusaha di bidang ini terus bertambah.

Mari tengok 10 miliarder yang dikenal paling kaya di dunia fashion, melansir laman the Richest, Sabtu (3/8/2013):

1.
Amancio Ortega
Kekayaan bersih: US$ 57  miliar per Maret 2013.Produk : Zara
Saat berusia 77 tahun, miliarder busana asal Spanyol, Ortega menjabat sebagai Chairman Textile Empire Inditex. Dialah pria di belakang kesuksesan pengecer pakaian dan aksesoris terkenal Zara.
Ortega masuk dalam peringkat ketiga orang terkaya versi Majalah Forbes per Maret 2013, dengan kekayaan bersih mencapai US$57 miliar dan berdiri nomor satu sebagai miliarder terkaya di dunia fashion di 2013.
2. Bernard Arnault dan keluarga
Kekayaan bersih: US$ 29 miliar per Maret 2013
Produk :
LVMH
Bernard Arnault Jean Etienne adalah tokoh bisnis Perancis dan pendiri kelompok LVMH yang dibentuk pada tahun 1987 dari penggabungan rumah mode Louis Vuitton dengan Moet Hennessy, produsen cognac.
Tahun ini, Arnault masuk posisi kesepuluh orang terkaya versi Forbes dengan kekayaan bersih mencapai $ 29 miliar.
Dia juga menguasai lebih dari 22% saham di Hermes dan pemegang saham utama dari Dior. Beberapa merek utama pesaingnya adalah: Gucci, Yves Saint Laurent, Stella McCartney, Sergio Rossi, Cartier, Van Cleef & Arpels.
3. Stefan Persson
Kekayaan bersih: US$ 28 miliar per Maret 2013
Produk :
H & M
Persson adalah salah satu miliarder busana terkaya versi Forbes tahun ini. Pada Maret 2013, Persson memperoleh kekayaan bersih US$ 28 miliar, menempatkan dia pada posisi ke-12 miliarder terkaya di dunia dan nomor satu di Swedia.
Dia adalah ketua dan pemegang saham utama dari H & M (Hennes & Mauritz AB) yang berdiri pada 1947 oleh Erling Persson, sang ayah.
Toko H&M tersebar di seluruh dunia, seperti di Eropa, Asia, Amerika Utara dan Selatan, Timur Tengah dan Afrika Utara. 
4. Miuccia Prada
Kekayaan bersih: US$ 12,4 miliar pada Maret 2013
Produk : Prada
Miuccia Prada Bianchi alias Prada, Miu Miu tercatat sebagai perancang busana Italia dan pebisnis wanita sukses. Dia berhasil masuk peringkat 78 miliarder versi Forbes 2013.
Dia juga merupakan salah satu dari 10 miliarder wanita tahun ini.
Prada dikenal bersahaja, minimalis, klasik, tenang, dan menikmati kemewahannya. Selebriti seperti Lindsay Lohan, Eva Longoria dan editor Vogue, Anna Wintour dikenal sebagai penggemar Prada.
5. Giorgio Armani
Kekayaan bersih: US$ 8,5 miliar Maret 2013
Produk : Armani Grup

Armani telah melek mode sejak awal 1950-an. Awalnya, dia menjadi penjaga jendela di sebuah department store di Milan dan kemudian menjadi penjual pakaian pria.
Pada tahun 1975 Giorgio Armani menciptakan Grup. Pada akhirnya di 2001, Armani disebut sebagai desainer paling sukses di Italia.
Dia adalah salah satu miliarder dan pemilik rumah mode terkaya versi Forbes tahun ini. Nilai kekayaan bersihnya mencapai US$ 8,5 miliar.
6. Alain & Gerard Wertheimer
Kekayaan bersih : US$ 8 miliar per Maret 2013
Produk : Chanel
Alain dan Bruder Gerard memiliki House of Chanel (dinamai setelah pasangan sebelumnya Gabrielle "Coco" Chanel). Sebuah merek fashion kelas tinggi yang diklasifikasikan pakaian siap pakai, barang-barang mewah dan aksesoris mode. Produk Chanel banyak dicontoh rumah mode, selebriti dan aktris, termasuk Marilyn Monroe yang terkenal.
7. Ralph Lauren
Kekayaan bersih: US$ 7 miliar per Maret 2013
Produk : Ralph Lauren
Ralph Lauren adalah perancang busana asal Amerika dan pengusaha yang memiliki sebuah perusahaan busana bernilai multi-miliar dolar yang mengglobal.
Dia juga seorang kolektor terkenal mobil langka dan mahal seperti Bugatti, Bentley, Alfa Romeo dan Ferrari. Awal tahun ini, dia tercatat pada daftar ke-166 miliarder terkaya di dunia versi Forbes, dan salah satu perancang mode terkaya di dunia.
8. Patrizio Bertelli
Kekayaan bersih: US$ 6,7 miliar per Maret 2013
Produk : Prada
Bertelli adalah CEO Prada SpA, sedangkan istrinya Miuccui Prada menjalankan bisnis desain mode global mereka. The Bertelli-Prada duo telah bekerja dengan baik dan cocok dalam dunia mode.
9. Renzo Rosso
Kekayaan bersih: US$ 3 miliar pada Maret 2013
Produk : Diesel
Rosso dimiliki Diesel SpA, sebuah perusahaan desain Italia terkenal karena busana siap pakainya. Pada tahun 1985 ketika ia pertama kali memiliki kontrol penuh atas Diesel, Rosso harus turun tangan langsung membuat produk denim ini memiliki tampilan model vintage.
Diesel berhasil meraup pendapatan hingga US$ 2 miliar pada 2012. Awal tahun ini kekayaan bersih Rosso naik menjadi US$ 3 miliar.
10. Nicolas Puech
Kekayaan bersih : US$ 2,1 miliar
Produk : Hermes
Nicolas Puech, keturunan dari Thierry Hermes produsen legendaris barang-barang berkualitas yang didirikan pada 1837.
Merek ini dikenal untuk bagasi dan tas hanya menggunakan kulit premium dari seluruh dunia buatan tangan mereka. Antara lain adalah aksesoris seperti syal dan siap pakai.
Merek ini dikenal untuk tas mahal. Logonya, sejak tahun 1950, adalah sebuah kereta Duc dengan kuda. (Nur)
(Nrm)

Zong Qinghou, Milyarder ^^joni sepriyan

Zong Qinghou, Milyarder yang Hanya Menghabiskan 20 Dollar Setiap Hari

Zong1
“Saya tidak mampu untuk membeli makanan dan pakaian untuk waktu yang lama. Saya merangkak dari lapisan masyarakat yang paling dasar.” –Zong Qinghou
Zong Qinghou adalah pendiri dan CEO dari Hangzhou Wahaha Group. Sifat luar biasa Zhou adalah kerendahan hatinya, pikiran yang fokus dan gaya hidupnya yang sangat sederhana. Zong memulai kariernya dengan menjual soda dan permen kepada anak sekolah hingga kini menjadi orang terkaya di Cina daratan dengan menguasai pasar minuman bersoda di Cina sebanyak 15 persen.
Akan tetapi Zong sama sekali tidak terlihat seperti seorang milyarder, Ia memakai pakaian biasa, memakan tahu dan acar untuk makan siang bersama karyawannya di kantin dan hanya menghabiskan 20 dollar setiap harinya. Kerja keras dan ketelitiannya sangat dipuji oleh karyawan dan rekan bisnisnya. Sangat tidak heran jika Ia berhasil untuk mengembangkan bisnisnya dari hanya sebuah toko kecil yang melayani anak-anak sekolah hingga menjadi sebuah kerajaan bisnis yang terus membesar.
Zong2
Zong lahir pada tahun 1954 di Zhejian, Cina. Dari tahun 1964 sampai dengan 1978 Zong hidup dan bekerja di sebuah lahan pertanian di masa revolusi budaya pada masa pemerintahan Mao Zedong dimana Ia membaca buku komunis mengenai kepemimpinan dan ketekunan melalui perjuangan. Walaupun Zong hanya lulus SMP, Ia sangat berdedikasi untuk bekerja keras demi meningkatkan taraf hidupnya dan keluarganya. “Ketika Anda miskin, Anda harus memikirkan cara untuk menjadi lebih baik” ucap Zong. Hal itulah yang dilakukan Zong, ketika Deng Xiaoping berkuasa, Zong mampu untuk kembali ke kampung halamannya di Hangzhou.
Dengan pendidikan terbatas, Zong hanya mampu menemukan pekerjaan kasar di sekolah lokal. Melalui kerja keras dan dedikasi, Zong akhirnya berhasil menjadi seorang sales untuk sebuah perusahaan FMCG. Ia baru memulai usahanya sendiri pada tahun 1987 dengan pinjaman dari keluarganya sebesar 22.000 dollar. Zong dan dua orang temannya yang merupakan pensiunan guru membeli sebuah toko bahan makanan yang menjual minuman dan produk susu ke anak-anak sekolah di distrik Shangcheng.
Zong sangat tekun dalam hal pengeluaran, Ia selalu memastikan dana yang keluar tidak akan melebihi keuntungan yang akan didapatkannya. Mereka memulai dengan menjual barang-barang murah, akan tetapi Ia sadar untuk bertahan dalam waktu yang lama Ia perlu menghasilkan produk sendiri dan mengembangkan bisnisnya. Pada tahun 1989 Zong secara resmi mendirikan Hangzhou Wahaha (“anak kecil yang tertawa”), menghasilkan makanan dan minuman bergizi untuk anak-anak. Dengan terbatasnya pilihan makanan dan minuman di masyarakat, bisnin Zong menjadi berkembang hingga pada tahun 1991 Zong mampu untuk membeli sebuah bekas pabrik makanan dan membentuk Hangzhou Wahaha Group Corporation.
Zong Qinghou, chairman of Chinese water company Wahaha
Bisnis Zong berkembang ke berbagai wilayah sepanjang tahun, termasuk mengadakan joint venture dengan Groupe Danone pada tahun 1996 yang membawa mereka kepada bisnis air minum kemasan dan produk susu hingga Zong melakukan sampai dengan 30 joint venture dengan berbagai perusahaan. Pada tahun 2007 perusahaan milik Zong mengakhiri kerjasama akan tetapi Wahaha tetap berhasil untuk berdiri sendiri dan melanjutkan kesuksesannya, menjadi perusahaan minuman terbesar di Republik Rakyat Cina.
Zong sangat dikenal dengan kebiasaan bekerja berlebihannya dan perhatiannya terhadap hal kecil. Ia tetap memaksa untuk mengetahui setiap pengeluaran kantor, bahkan untuk hal-hal kecil dan secara langsung menandatangani setiap pengeluaran yang cukup besar. Ia hanya menghabiskan 20 dollar setiap harinya dan mengatakan kepada reporter, “satu-satunya olahraga yang saya lakukan adalah melakukan riset pasar, hobi saya hanyalah merokok dan minum teh.” Bahkan Istri dan anaknya bekerja di perusahaan miliknya dan Zong mengatakan terkadang Ia tidur di kantor.
Dibalik kesuksesan milyaran dollar yang dimilikinya, Zong Quinghou masih menjadi seorang yang rendah hati dan menjalani sebuah hidup yang sederhana. Ia sangat berlawanan dengan banyak pengusaha raksasa yang ada saat ini. Ia menolak memakan makanan mahal dan lebih memilih untuk makan bersama stafnya di kafetaria kantor. Ia memakai pakaian yang sederhana dan pernah mengatakan “Orang lain tidak dapat mengetahui apakah saya memakai pakaian seharga 1000 atau 100 Yuan, jadi mengapa saya harus menghabiskan uang banyak untuk pakaian?” Walaupun Zong sangat bangga dengan kesuksesan yang telah diraihnya, Ia secara jelas tidak pernah lupa dengan asalnya dahulu.

10 Anak Miliarder yang Sukses Rintis Bisnis Sendiri^^joni sepriyan


10 Anak Miliarder yang Sukses Rintis Bisnis Sendiri






Beberapa orang dunia sepertinya lebih beruntung dan lahir sebagai orang kaya ke dunia. Anak-anak dari miliarder dunia biasanya menjalani kehidupan mewah setiap hari. Mulai dari makan d restoran mahal, mengendarai mobil mewah dan akses berlibur kemanapun mereka mau.
Namun seperti dilansir dari The Richest, Minggu (21/7/2013), tak semua anak orang kaya hanya bermanja-manja dan menikmati kekayaan orang tuanya seumur hidup. Beberapa diantaranya tak latah keberhasilan ayah dan ibunya lalu memutuskan jalan sendiri.

Lewat bekal pendidikan yang diberikan orang tuanya, sebagian anak miliarder mengembangkan minat, bakat, dan kemampuannya sendiri. Beberapa dari mereka bahkan mencatat berbagai kesuksesan di bidangnya.
Berikut 10 anak miliarder paling sukses di dunia:
1. Antoine Arnault
Pria berbakat ini menempati posisi pertama sebagai anak miliarder paling sukses. Dia mengikuti jejak ayahnya, Bernard Arnault yang tercatat sebagai miliarder terkaya ke empat di dunia versi Forbes.
Jabatan terakhirnya adalah kepala bagian komunikasi (Head of Communication) di perusahaan yang sangat mahal, Louis Vuitton. Selain menjadi tokoh yang sangat sukses di industri fashion, dia juga dikenal sebagai pemain poker profesional dan pemilik kapal mewah.
2. Marta Ortega-Perez
Banyak orang keliru menilai Marta sebagai seorang super modal. Dirinya memang memiliki lekuk tubuh yang indah dan wajah cantik bak seorang model. Namun dirinya memiliki pekerjaan yang lebih besar dari itu.
Ayahnya, Amancio Ortega adalah pemilik perusahaan fashion internasional bernama Inditex. Perusahaan tersebut memiliki dan mengelola label super terkenal, Zara.
Meski demikian, tak seperti kebanyakan anak lain yang meniru bisnis ayahnya, Marta merintis karier dari bawah. Dia biasa mengatasi berbagai klien sendiri.
3. David Ellison
Anak dari CEO sekaligus pendiri Oracle Corporation ini memiliki minat yang berbeda dengan orang tuanya. Namun David dan Larry Ellison memiliki kesamaan, keduanya menjalankan bisnisnya sendiri.
David terus berupaya keras mewujudkan impiannya menjadi bintang film yang dibuktikan dengan pendirian rumah produksi bernama SkyDance.
Perusahaan ini telah membantu produksi beberapa film ternama termasuk Mission Impossible: Ghost Protocol dan True Grit.
Selain sebagai penguasaha dia juga merupakan pilot pesawat akrobatik.
4. Isha Ambani
Di usianya yang ke-16, Isha Ambani mampu mencetak pendapatan hingga US$ 80 juta. Dia merupakan anak dari Mukesh Ambani yang saat ini berdiri di jajaran 20 besar orang terkaya dunia versi Forbes.
Sementara ayahnya yang merupakan pria terkaya di dunia membagi saham di perusahaannya atas nama Isha. Perusahaannya yang terkenal bernama Reliance Industries.
Saat berusia 20 tahun, dia tercatat menjadi siswa di Ivy League. Dirinya juga berbakat di bidang musik, bahkan pandai memainkan piano.
5. Georgina Bloomberg
Sebagai pria terkaya ke-20 di dunia,Michael Bloomberg memiliki putri yang tak kalah sukses.
Meski begitu, Georgina tak tertarik menjadi seperti ayahnya. Dia bermimpi menjadi penunggang kuda profesional.
Tak hanya itu, hingga saat ini dia telah meluncurkan dua buku atas usahanya sendiri.
6. Vanisha Mittal
Bagi Anda yang tak kenal Vanisha Mittal, dia adalah anak dari Laksmi Mittal,pengusaha baja terbesar di dunia.
Dia mulai terkenal saat menikah dengan seorang bankir investasi, Amit Bathia.
Meski memiki sepasang orang tua yang kaya raya, dia membiayai hidupnya sendiri dari penghasilan kerjanya. Dia memegang beberapa jabatan penting di perusahaan milik ayahnya. Dia juga memiliki berbagai investasi di seluruh dunia.
7. Anastasia Pontania
Vladimir Potanina merupakan pengusaha besar di bidang industri media dan logam. Dia adalah pemilik dari Cosmopolitan Magazine, VH1, dan MTV Rusia.
Sama seperti kebanyakan anak miliarder dunia yang lainnya, anak dari Potanina mencetuskan kesuksesannya sendiri.
Anastasia Pontanina mengguncang dunia olahraga dengan kemampuan ski dan akrobat airnya yang luar biasa.
Melihat keahlian anaknya tersebut, sang ayah lalu membangun tempat ski di rumahnya khusus untuk anak perempuannya tersebut.
8. Dylan Lauren
Anak dari miliarder Ralph Lauren ini sebenarnya dapat dengan mudah mengukir namanya di industri fashion. Namun Dylan Lauren memilih jalan lain dan saat ini diketahui menjadi pemilik dari perusahaan permen internasional, Dylan's Candy Bar. Ide usaha tersebut terinspirasi dari buku Chocolate Factory. Pengusaha sukses ini bahkan menulis buku Unwrap Your Sweet Life.
9. Sam Branson
Sebagai anak salah satu miliarder terkaya dunia, Sam Branson menulis kisah berbeda dengan milik sang ayah. Dia lebih memilih menekuni industri pembuatan film dokumenter.
Dia bahkam menjelajahi kutub utara untuk mencari inspirasi bagi film-filmnya. Pria yang baru lulus dari Oxfors St. Edwards ini merupakan teman dari Pangeran Harry. Dirinya dinobatkan sebagai sarjana paling muda dan berbakat. Branson tengah berupaya keras membuktikan keandalanya membuat film.
10. Anna Anisimova
Bagi banyak orang, Anna Anisimova adalah rekan bisnis Paris Hilton, ahli waris Hilton Hotels.
Sama seperti Hilton, dia juga merupakan ahli waris kekayaan orang tuanya, hanya beda negara saja. Dia merupakan aktris yang punya mimpi tinggi. Dia bercita mengukir namanya sebagai salah satu bintang Hollywood.
Produser film Peter Schafer diketahui baru saja menikahinya. Dia berhasil menarik perhatian publik setelah menawarkan apartemennya pada publik seharga US$ 50 juta.(Sis/Shd)
(Shd)


Lihat Komentar 0