Tampilkan postingan dengan label YAN MOESLEM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label YAN MOESLEM. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Juli 2014

ABABOL

harap dalam kerjap

6 September 2009 pukul 0:13
q cenderung pendiam dan diam.q malas bercengkrama tanpa harapan.
dimana idealis q dulu idealis disaat q merasakan ingin q yg meninggi.mengapa saat hari berlalu umur bertambah semakin melemahkah ia?.kini aq kerap dilanda kebingungan kegamangan ketakutan ketidak tenangan dan ketidak sukaan.aq seolah menepi aq seolah berhenti aq seolah meratap diri mengharap tanpa aksi.seolah q mencAri dalam putar yg q benci.di sini di universitas ini q temukan bobroknya birokrasi kacaunya institusi pisimisnya visi misi kacaunya mimpi2.di sini q seolah mundur tanpa penambahahan,jujur kesini aq ingin belajar lebih dari yg q punyai menambah mantap dan matang apa2 yg qcari.namun uhhhh.....,harap dalam kerjap selalu berontak q untuk pergi harap dalam kejap qkerap tawan aq dalam problema kekakuan kebisuan kekacauan.virus kelemahan kemunduran kekalahan mengintai q dalam bantai kungkungan hutang uang hutang budi dari orang2 yg aku cintai.jujur q kini di peraduan persimpangan yg sama2 mengusik sendi2 tabir bakti dan ego q untuk meraih yg q inginkan untuk berarti,q nikmati kini dengan sgenap perniknya entah sampai kapan namun tetap q ingin harap dalam kerjap q sgera q cipta

Rabu, 07 Mei 2014

RINDU NAUNGAN SYARIAH



AQ RINDU DALAM NAUNGAN SYARIAH
Memoar ironi anak negeri
280211,21.26
sejak aq terlahir yang q tau inilah Negara q Indonesia,sejak aq tau apa itu agama inilah agama q islam,sejak aq mengerti inilah aq penduduk pri bumi lampung(suku lampung).ketiga elemen itu menjadi identitas diri q menjadi tri tunggal  dalam mendifinisikan siapa aq.menyatu tak bias dipisahkan
seperti kebanyakan anak anak lainnya di belahan bumi manapun sebagai seorang bocah aq akan diasuh dituntun dan diperkenalkan apa yang menurut mereka bias q bawa untuk menghadapi kehidupan di dunia dan setelah mati sebatas kemampuan mereka.sedari sekolah dasar  aq di sekolahkan di sekolah umum hingga sekolah menengah danmenengah atas hingga kini menjadi mahasiswa,jujur aq begitu haus akan siraman iman aq haus akan ketaatan aku haus akan suasana  dalam suasana penuh nuansa syariah.aq sangat ingin merasakan tobat nasuha
010311,07.41
Waktu waktu masa kecilku ku lalui dengan bimbingan dan ajaran guru dan orang tua ku,aq termasuk anak yang penurut dan tak menuntut yang macam macam,ya bias dibilang anak yang berbakti dan mengabdi.q selalu berupaya memberikan yang terbaik.namun sampai kini aq haus akan ketenangan,krdamaian,ketentraman dalam menjalani kehidupan yang semua itu tidak bias q dapatkan kecuali dengan iman.aq belajar agama kebanyakan otodidak dari keluarga,dari sekolah,dari bertanya,dari membaca buku dan mendengar ceramah atau video dan audio.di Negara ini pendidikan akan pentingnya iman sangat di abaikan.kepedulian akan nya nya di amputasi.bagi q syariah jauh lebih baik untuk mengatur,bukan karena aq alim,soleh,atau karena aq cocok untuk diteladani dalam hal ketaatan dan iman.justru karena berangkat dari keperihatinanku akan lemahnya pribadi iman q.akutnya pribadi ganda dalam jiwa ku.sistem negeri ini saat ini menawarkan roti  dicampur duri,menawarkan madu yang terkontaminasi racun.yang menyebabkan terkikis sia sia nya  daya juang dan bertahan